Wednesday, November 2, 2016

Ubuntu 13.10 Saucy Salamander

Kalau berbicara masalah Linux, pasti kebanyakan orang berpikir ke Ubuntu. Ya! Sistem Operasi Linux yang populer di dunia. Ubuntu yang dikembangkan oleh Canonical Ltd. ini merupakan turunan dari Debian. Bukan hanya tersedia untuk komputer desktop saja, Ubuntu juga menyediakan sistem operasi untuk server, dan cloud. Ubuntu juga menyediakan sistem operasi untuk tablet dan smart TV, tapi sayangnya tidak dapat di download dari website resminya.

Jika anda mendownload dari website resmi, ada dua edisi yang disediakan, edisi Long Time Support (LTS) dan edisi terbarunya. Setelah siap untuk mendownload, anda akan melihat form untuk melakukan donasi pengembangan Ubuntu. Saya akan sangat menganjurkan agar anda memberikan donasi demi kemajuan dunia Open Source. Tapi jika anda orang yang bangkrut (seperti saya :p) anda bisa melewatkan form donasi tersebut.


Ubuntu 13.10 : Saucy Salamander Desktop Edition 64bit
Intel Core i7-3612QM 2.10GHz
4GB DDR3 SO-DIM
Intel Corp. 3rd Gen Core Graphics Controller dan NVIDIA GeForce GT 630M
Aspire V3-471G-52454G75Makk

Instalasi :


Saat saya menjalankan boot Ubuntu tampilannya terlihat apik dan futuristik. Sayangnya hanya ada pilihan Try Ubuntu dan Install Ubuntu. Tidak ada pilihan seperti restore atau pilihan Advanced lainnya. Untuk installasi, langkah-langkah yang diberikan cukup mudah untuk diikuti. Anda akan menemukan pilihan untuk menginstall codec multimedia secara umum. Codec tersebut juga merupakan codec non-free. Namun anda memerlukan koneksi internet untuk mengaktifkan pilihan ini. Seperti kebanyakan installasi sistem operasi, anda bisa mengatur partisi hardisk dan space untuk meng-install sistem Ubuntu anda. Namun untuk pengaturan partisi yang lebih spesifik, anda perlu menggunakan Gparted yang tersedia.




Tampilan :

Tidak seperti dulu, Ubuntu tidak lagi menggunakan desktop Gnome. Desktop Unity yang digunakan saat ini cukup mengejutkan dan terlihat wah. Namun untuk yang terbiasa membuka menu dengan klik kiri akan merasa bingung menggunakannya. Hampir terasa seperti Gnome3, launcer berada di sebelah kiri layar dan taskbar berada di atas. Launcer akan terus barada di situ walau anda me-maximize window anda. Hal ini tentu akan memudahkan anda untuk menjalankan aplikasi favorit anda. Menu bar seperti file, edit, dan lainnya tidak berada di bawah titlebar, melainkan berada di taskbar sehingga tampilan akan terlihat lebih simple.
 

Aplikasi dan Fitur :

Secara default sudah terdapat Ubuntu One. Aplikasi ini merupakan aplikasi cloud dari Ubuntu. Untuk dapat menggunakannya, anda perlu membuat akun terlebih dahulu. Saat membuka menu, anda akan diperlihatkan aplikasi-aplikasi rekomendasi yang menjadi favorit pengguna Ubuntu. Hal ini bisa saya katakan kelebihan karena memberikan rekomendasi, namun juga kekurangan karena akan terasa mengganggu. Ubuntu tidak lagi menyediakan Synaptic Package manager secara default, sehingga pengaturan proxy apt-get harus melalui modifikasi file apt.conf kecuali jika anda meng-install-nya dari repository.

Performa :

Seperti yang kebanyakan orang ketahui, kestabilan Ubuntu masih diakui. Ternyata terdapat sebuah aplikasi untuk mengetes sistem yang kita punya, yaitu System Testing. Seluruh perangkat yang ada akan di tes termasuk network, card reader, audio, dan semua key yang ada dalam sistem. Hasilnya, beberapa fitur tidak bekerja dengan baik.

Kesimpulan :

Kestabilan Ubuntu yang terkenal masih dapat diakui. Desktop yang apik, dan aplikasi Ubuntu One yang menjadi daya tarik tersendiri. Walau pun menurut saya bukan sistem operasi yang paling mudah, tapi Ubuntu menjadi sistem operasi yang direkomendasikan untuk pemula linux yang sedang belajar.
 
Untuk proses penginstalan bisa dilihat versi makalahnya




Ubuntu 13.10 by Rika on Scribd




VERSI PPT

Ubuntu 13.10 by Rika on Scribd

Share:

0 comments:

Post a Comment

About

Follow Me On Instagram

Powered by Blogger.

About me

Powered By Blogger

Subscribe

footer social

Pages

Popular Posts